Selasa, 11 Maret 2014

ANGANKU

  hari dimana tak ada lagi pilihan, tak ada lagi masa-masa dimana aku bisa memilih apa yang kumau...
hari-hari kujalani dengan kesendirianku. apa yang dulu kuharapkan, yang dulu kuimpikan terasa sirna dan sia-sia. sekelilingku memaksaku untuk berfikir keras arti kehidupan ini. situasi dan kondisi saat itulah yang menjadi pondasi bagiku...
hari demi hari berjalan terus, tiap hari terasa begitu lama, begitu  cepat. tidak pernah menikmatinya sedetikpun. hanya berfikir kapan waktu ini berlalu, apa arti semua ini... aku heran setiap hari hanya menghitung hari.
  kadang ketika waktu yang kuinginkan telah berlalu, terasa dunia ini begitu indah, dan kurasakan kesenangan yang hanya datang padaku tanpa ada oramglain yang ikut menikmati hari itu. sejenak setelah itu, dunia ini terasa sempit lagi, meghitung hari lagi. tiada bosan-bosannya. hidup memang seperti ini, keras... dan mau tidak mau ya harus dijalani. manusia boleh bicara tentang kasih sayang, tapi menurut saya kasih sayang itu akan timbul sendiri, tanpa harus ada ungkapan-ungkapan palsu diatas mulut. semua mengajariku akan arti hidup yang sesungguhnya. dan kusadar pada saat inilah aku harus berjuang.
  saya pernah membaca novel, bahwa pada saat kita berumur 18 tahun kita akan dihadapkan dengan lembah curam dan bagaimana cara melaluinya. dan pada saat umur 18 tahun juga kita diperkenalkan dengan arti kehidupan dan kematian. aku hidup dengan keinginan orang-orang yang kusayangi. dan apapun kata mereka aku akan mengikutinya. hasrat dan keinginanku sangat tinggi. tetapi kasih sayangku lebih besar daripada semua yg kuinginkan dalam hidupku.
  aku hidup seperti robot, dalam hatiku yang paling dalam ada tangisan yang sangat menyedihkan... air mata itu selalu menetes, sungguh tidak dapat kuhentikan. aku selalu merasa semuanya kesalahanku. aku tidak tau akhirny akan seperti apa... kuharap semua akan indah pada waktunya. harapan-harapanku masih sama seperti dulu. karna hidupku punya tujuan.






Trisah's

Tidak ada komentar:

Posting Komentar